<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13136521?origin\x3dhttp://gadisdjoedjoer.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> Gadis Djoedjoer
Saturday, January 20, 2007
mabuk dan memabukkan diri
Orang-orang di sekitar saya cukup sering mabuk. Yah bisa dibilang dalam satu bulan, saya pasti mengalami kondisi dimana saya melihat orang-orang mabuk.

Kalo saya sendiri?

Wah, saya belum pernah mabuk. Dan bisa dikatakan bahwa saya menolak untuk mabuk. Padahal saya sudah mencoba beberapa minuman memabukkan. Mulai dari bir, anggur, hingga lapen.

Bahkan ketika mengandung saya, ibu saya ngidam bir. Walaupun bir yang dikonsumsinya hanyalah bir ringan dengan kadar alkohol 0 %.
Tapi tetap saja saya punya pemikiran untuk tidak akan mabuk.


kenapa?

Karena menurut saya, orang yang mabuk adalah orang yang sudah melupakan sebuah sisi anak2 nya. Yaitu sisi untuk lari dari kenyataan.

Anak2, menurut saya, memiliki kemampuan untuk lari dari kenyataan dengan sangat mudah. Saya ingat ketika saya kecil, saya hanya membutuhkan mainan untuk menciptakan dunia saya sendiri. Untuk lari dari kenyataan barang sebentar. Bahkan tanpa mainan pun, saya bisa lari dari kenyataan dan menciptakan dunia saya sendiri. Itu saya dapatkan lewat aktivitas melamun.

Hingga sekarang, saya hampir berumur 19 tahun, saya masih dengan mudah lari dari kenyataan dan menemukan dunia saya sendiri. Saya bisa melamun dengan mudah, kapan saja dan dimana saja.

Sedikit autis ya? Tapi ya itulah saya.

Saya tidak membutuhkan zat apapun untuk membuat diri saya lari dari kenyataan, atau dengan kata lain mabuk.
Saya diberkahi kemampuan untuk memabukkan diri.

Lagipula saya berpendapat, jika semua orang mabuk, lalu siapa yang akan tetap berjalan. Diantara 5 orang mabuk, harus ada 1 orang yang tetap sadar untuk menjaga.

Itulah sedikit pemikiran saya mengenai orang mabuk.

mungkin diantara anda yang membaca ini, ada yang tidak setuju?

tidak apa2, perbedaan itu membuat dunia semakin menarik. lagipula tidak ada salahnya beda pendapat..

setiap orang punya alasan sendiri untuk mabuk.
dan setiap orang juga punya alasan untuk tidak mabuk.

begitulah…
adios!


posted by gadis djoedjoer @ 5:09 AM | 1 comments

manusia kompleks
Manusia itu benar-benar kompleks ya?
Manusia punya banyak kebutuhan. Mulai dari kebutuhan dasar seperti makan, minum, tidur, tempat tinggal, hingga kebutuhan lain-lainnya, seperti pengakuan sosial, kebutuhan ekonomi, kebutuhan material, dan lain lain lain.

Manusia punya banyak ekspresi. Seperti sedih, gembira, kecewa, marah. Tapi saking kompleksnya, gak semua ekspresi itu mencerminkan apa yang ada hatinya. Muka bisa senyum tapi hati menjerit-jerit kesakitan.(dangdut bgt euy!)

Manusia bisa menjadi kejam di suatu waktu, tapi baik bgt di waktu lain.
Kayak Hitler yang membunuh jutaan orang yahudi, tapi sangat mencintai pasangannya. Padahal cinta gak mengenal kekerasan!

Kayak cerita tentang seorang perempuan Jerman yang kaget ketika tahu bahwa kakeknya adalah seorang tentara nazi yang membunuh jutaan orang yahudi. Padahal dia mengingat kakeknya sebagai orang yang sangat perhatian dan penuh cinta pada cucu-cucunya.
Perempuan itu gak habis pikir bagaimana mungkin kakeknya bisa bercanda dengan cucu2nya yang rata2 berumur 5-8 tahun, padahal ketika kakeknya bekerja, dia juga membunuh ratusan anak2 yahudi yang berumur sama dengan cucu2nya.

Kayak Soeharto yang udah membunuh hampir jutaan orang selama rezimnya berkuasa. Tapi ketika dia koma, baru-baru ini, dia mengigau mengenai sapi2 nya di tapos. Ternyata Soeharto sangat mencintai sapi2 nya di tapos. Sapi2 nya itu membuat dia mengenang masa kecilnya sebagai anak petani.
Membunuh orang tapi mencintai sapi?

Hmmmmmm.

Manusia emang benar2 kompleks. Dan manusia pun sadar bahwa dirinya adalah makhluk kompleks. Tapi mungkin saking kompleksnya kadang-kadang manusia melupakan harkatnya sebagai makhluk kompleks dan mulai menggunakan pemikiran-pemikiran sederhana dalam menilai manusia lain, yang padahal sama kompleksnya.

Gampangnya, manusia, seperti saya dan anda, kadang (atau malah sering?) menilai manusia lain melalui sebuah sisi. Padahal manusia sebagai makhluk kompleks, punya banyak sisi.

Misalnya, saya pernah berkenalan dengan seorang perempuan yang sangat memperhatikan penampilannya. Sebut namanya, Anu. Si Anu ini pernah sangat ribut mengenai bagaimana dia harus memotong poninya, Anu takut poninya akan menjadi aneh. Padahal saya yang memiliki poni abnormal tidak rata guntingannya ini, tidak pernah seribut itu.
Saya mulai menilai Anu dari sisi itu. Saya membuat penilaian bahwa Anu pasti memiliki selera yang manis-manis. Anu pasti suka nonton film romantis picisan. Anu pasti suka sekali kalo dihadiahi bunga (yg menurut saya adalah hadiah standar yang juga berupaya merusak lingkungan). Dan prasangka-prasangka lain mulai bermunculan.
Tapi suatu hari saya kaget setengah hidup (saya mulai bosan dengan frasa “setengah mati”), saat saya tahu dari mulut Anu sendiri bahwa Anu sangat amat suka sekali dengan Slank. Ngeeekkkkk?????!!!!??

Slank? Anu menceritakan bagaimana senangnya dia nonton Slank, bagaimana dia kesal karena sulit mencari cewek yang juga suka Slank di komunitas kami. Bahkan Anu bercerita bagaimana dia bela2in nonton Slank. Dia harus membeli pulsa ke sebuah warung untuk bertanya pada tempatnya dimana Slank konser. Ternyata, walau setelah diberi tahu oleh temannya, dia masih belum mudeng (bhs indonesia nya ngerti) dimana tempatnya. Jadi dia bertanya pada penjaga konter pulsa mengenai tempatnya, akhirnya si anu pergi ke konser slank diantar oleh si penjaga konter.

Saya salut pada Anu.

Bukan karena dia bisa ke konser slank dengan diantar oleh penjaga konter pulsa, tapi karena dia berhasil memberi saya pelajaran tentang bagaimana menilai orang.

jangan menilai manusia dari luarnya. manusia terlalu kompleks untuk dinilai dari satu sisi.
Itu pelajaran dari anu.

Kompleks kompleks kompleks. kadang saking kompleks nya menjadi manusia, dan saya capek dengan kekompleksan ini, saya jadi punya cita-cita untuk jadi angin saja. bebas dan bisa pergi kemana aja.
pokonya ntar kalo saya mati, dan ketika itu saya sudah berhasil menjadi manusia baik, saya akan minta untuk bereinkarnasi jadi angin.

yah begitulah.
adios!


posted by gadis djoedjoer @ 4:59 AM | 0 comments

Thursday, January 18, 2007
teori langkah
Merasa tidak memiliki kerjaan di liburan kali ini?

Bosan selalu ngupil pakai jempol kaki?

Ingin punya kerjaan?

Saya disini menawarkan sebuah aktivitas untuk anda sekalian.
Aktivitas nya adalah membuktikan sebuah teori yang saya ciptakan.
Saya memiliki teori yang berjudul Teori Langkah. kalo namanya kurang keren, akan saya ubah lagi…

Jadi bunyi teori nya seperti ini :
Manusia-manusia yang memiliki ikatan emosi yang kuat, baik sumi istri, pacar, atau sahabat, pasti ketika berjalan akan memiliki gerakan kaki yang sama

Jadi kayak pake bakiak imajiner. Langkahnya selalu serempak.
Kayak paskibra atao prajurit baris itu loh.

Teori ini saya dapatkan ketika saya sedang menunggu pesawat di airport. ( ya iyalah di airport! Masak di jamban.)

Awalnya objek penelitian saya adalah pasangan suami istri.Namun teori ini juga berlaku pada dua orang lelaki yang saya kenal dan saya tahu bahwa mereka bersahabat sangat erat.
(Yang saya maksud adalah Udin dan Bimbim,jika ada yang penasaran ttg orang yang saya maksud.)

Karena dua orang ini saya sudah kenal, maka saya berani melakukan eksperimen dengan mengganggu irama berjalan mereka. Awalnya irama langkah mereka terganggu, menjadi tidak serempak, namun dalam beberapa detik saja, langkah mereka kembali sama.

Keren kan?
Anda tertarik?
Coba saja di lingkungan sekitar anda!

Laporkan perkemabangannya lewat blog ini ato email saya.
ato friendster saya juga bisa.

Ato juga bisa bertemu langsung, jika anda berkuliah di UGM.
Datang saja ke FISIPOL, cari lapangan yang di tengah2, lalu lakukan kayang sambil menggerakkan jempol kaki dan pinggul anda.
Saya jamin, saya akan datang!

Okeh???
Slamat mencoba!!!!


posted by gadis djoedjoer @ 3:51 AM | 0 comments

percintaan saya
Yah, lama tak mengisi blog, namun banyak hal yang terjadi pada saya. Mungkin teman2 semasa saya sma akan kaget membaca tulisan ini..

lewat tulisan ini, teman – teman, aku ingin memberitahu...

bahwa…

hhhhhaaahhhh… (ambil napas panjang ceritanya..)

saya……

………

naksir cowok……

wawawawaaaaaaaa…… (ceritanya heboh sendiri…)

dan kali ini beneran naksir.
saya sampai memimpikan orang ini empat kali!!!!!
ato tiga kali yak???


hah, bodo!

pokoknya kali ini saya benar2 menyukai orang ini.
sebutlah namanya bunga. (lho?!!? kok nama cewek…) Tenang, orang ini berjenis kelamin laki2 kok!

saya masih berhaluan heteroseksual..

Nah, saya menyukai si bunga ini. Suka sekali sampai saya menaruh harapan yang cukup banyak.

Namun, harapan saya kandas di awal tahun 2007. Di awal tahun, saya diberitahu oleh sumber terpercaya, bahwa bunga masih takut akan sebuah hubungan, akibat penyanderaan alien yang dialaminya.

Boong ding!

Bunga masih takut karena penglaman masa lalunya. Mungkin dulu dia dikecewakan oleh ceweknya… Gak tau juga ya??!!?

Akhirnya harapan saya kandas.

saya cukup sakit hati.

tapi, sekarang rasanya sudah baikan. namun saya masih punya perasaan yang tak terdeskripsikan pada bunga.

Rasanya saya masih suka padanya, tapi harapan saya padanya sudah tak sebesar dulu.

Mungkin karena sikapnya yang tak bisa saya tebak.
Bunga ini kebetulan adalah cowok yang pemalu.


Jadi dia suka memperhatikan kemaluannya…

Boong lagi!!!

Saya sekarang pasrah.
Antara pasrah mencoba melupakan dan pasrah menunggu sampai Bunga siap…

masalah hati… masalah hati…

susah susah……

Kalo Bung bunga membaca ini (walau kecil kemungkinannya…),yang saya maksud adalah anda, bukan orang disamping anda atau bapak2 kumisan yang lagi gunting kuku sambil chatting jorok di depan anda…

Yah, sudahlah….


cinta-cinta… deritanya tiada berakhir……”
Pat Kai – babi nan lucu di film kera sakti


posted by gadis djoedjoer @ 3:45 AM | 1 comments

saya dan pernikahan
“Jangan ngomong gitu dulu si, din!”
“Kamu mbok cari cowo si, din!”


kutipan diatas merupakan perkataan salah satu teman saya, sungging.
jika anda merupakan teman satu kampus saya pasti bisa membayangkan bagaimana cara bung sungging mengatakan ini..


dalam konteks apakah bung sungging melontarkan ucapan ini?

hmmmm, dalam konteks prinsip saya mengenai pernikahan.
memang sejak sma, saaya memutuskan untuk tidak menikah.
dan mayoritas teman sma saya, yang kebetulan perempuan juga, tidak pernah menanyakan alasan saya memilih jalan tersebut.


Bahkan ada teman saya, sekarang berkuliah di malaysia, pun memilih jalan yang sama dengan saya, yaitu untuk tidak menikah.
masa sma, tinggalah masa sma.


di masa kuliah, saya bertemu orang-orang baru dengan berbagai pandangan. dan juga kebetulan di masa kuliah teman saya, mayoritas adalah lelaki.

Dan tampaknya, teman2 lelaki saya inilah yang begitu penasaran dengan alasan dibalik keputusan hidup saya…

Mereka jelas tidak satu pendapat dengan saya.
mungkin bagi mereka, pilihan saya ini out of mind..
Bahkan, salah satu dari teman saya, mengatakan bahwa hidupnya akan terasa lengkap ketika ada seorang anak yang memanggilnya ayah..


menarik!

perbedaan memang selalu menarik adanya.
tapi tetap, rasanya diri saya masih enggan untuk memasukkan diri ke dalam dunia pernikahan.


bukannya saya takut akan komitmen.

tapi saya merasa kasihan dengan manusia yang menjadi suami saya nantinya.
saya merupakan manusia yang mencintai kebebasan, suka melanglangbuana, ingin melihat dunia seluas luasnya…


kemapanan, rutinitas, adalah hal yang bisa membunuh saya perlahan.

Saya tidak akan mungkin bisa jadi pasangan yang setia, menjaga anak2, mengurus rumah, menjadi perempuan yang keibuan, pokoknya tipikal istri pada umumnya…

Saya mungkin akan banyak berselingkuh..

Bukan berselingkuh dengan lelaki lain, tapi berselingkuh dengan dunia, berselingkuh dengan pikiran saya..
Kemungkinan saya akan asyik dalam dunia saya sendiri…


Mana ada lelaki yang menerima istri macam itu..

Lelaki yang memiliki istri macam saya, mungkin akan banyak menderita…
Jadi, daripada saya membuat orang lain menderita, lebih baik tidak usah menikah sama sekali…
Tidak akan ada yang menderita karena saya..


Jadi begitulah, kira2 relasi antara saya dan pernikahan..

Tapi toh, kalau akhirnya saya menemukan lelaki yang mau menderita akibat saya, yah bisa saja akhirnya saya menikah…

Cuma, untuk sekarang, tampaknya saya masih akan berada pada pilihan saya sekarang, yaitu untuk tidak menikah…

adios.


posted by gadis djoedjoer @ 3:37 AM | 0 comments

The Broken Home ( Rumah yang Pecah? )
(ini tulisan saya yang sudah lama ingin saya post.
sekarang baru saya post. smoga berkenan!)


hanya satu pintaku, tuk memandang langit biru
dalam dekap ayah dan ibu
apabila ini hanya sebuah mimpi
ku selalu berharap, takkan pernah terbangun

( Hanya Satu – Mocca )


Dulu jaman nya lagu ini baru keluar,
gw pernah beberapa kali menitikkan air mata pas ngedenger lagu ini.
Soalnya lagu ini bener2 nyentil sebuah bagian kecil dari diri gw.


Bagian dari diri gw yang pengen bokap ama nyokap gw kembali bersama.
walaupun itu semua gak mungkin.


mereka udah pisah.

gw mengerti bahwa perbedaan diantara mereka berdua udah terlalu besar.
mereka punya masalah pola pandang yang sangat berbeda,
dan beberapa masalah lain yang mengikuti.
dan gw menerima semua itu.


yup, gw adalah anak yang mengalami perceraian orang tua.
kebanyakan masyarakat menyebut gw anak broken home.


tapi gw gak pernah setuju dengan istilah “broken home”.
karena yang pecah atau broken itu orang tua gw.
bukan rumah gw.


karena rumah adalah tempat pelarian loe ketika dunia terasa terlalu kejam.
dan rumah itu masih ada sampai sekarang.
rumah itu adalah keluarga gw.


setelah berpisah dari bokap,
nyokap menikah dengan orang lain yang gw panggil pakdhe.
dan bagi gw, pakdhe ini udah kayak bokap kedua gw.
bahkan dengan adanya pakdhe, ge dapet kakak baru, yaitu anak pakdhe dari pernikahan pertama.
jadi inilah keluarga gw sekarang, gw, adek gw, nyokap, pakdhe, dan kakak gw.
juga ditambah bokap gw yang tinggal di rumah berbeda.
mereka inilah tempat gw mendapatkan penguatan, perlindungan.
merekalah, rumah gw sekarang.


dan gw bahagia.

walaupun memang terkadang ada keinginan
untuk punya keluarga yang biasa aja…
tapi itu cuma muncul bentar banget.
bwat apa punya keluarga yang biasa,
kalo sekarang gw punya keluarga yang luar biasa. keluarga gw sekarang.


terkadang perceraian memang menyakitkan.
tapi kalo itu bisa menyelamatkan kesehatan mental keluarga,
ya kenapa gak?


yang terbaik memang tidak selalu yang terindah.

adieu!

(tulisan ini didedikasikan untuk sahabat masa kecil gw, yang orang tua nya sedang dalam proses perceraian. Rumah kita gak akan pernah pecah dan loe kan selalu bisa pulang!)


posted by gadis djoedjoer @ 3:02 AM | 0 comments

ABOUT GADIS DJOEDJOER
saya

gadis 18 tahun.kriting.setengah alien.terobsesi pada kopi.percaya dimensi waktu.punya dunia sendiri lewat lamunan.
mengais ilmu di yogya

Profile Blogger

Blog ini sudah dikunjungi kali

ARCHIVES
LINKS
SHOUTBOX

CREDITS
Layout by : PEPUPI
Shoutbox by : Shoutmix
Webcounter by : Fast Web Counter