<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13136521?origin\x3dhttp://gadisdjoedjoer.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> Gadis Djoedjoer
Thursday, January 18, 2007
saya dan pernikahan
“Jangan ngomong gitu dulu si, din!”
“Kamu mbok cari cowo si, din!”


kutipan diatas merupakan perkataan salah satu teman saya, sungging.
jika anda merupakan teman satu kampus saya pasti bisa membayangkan bagaimana cara bung sungging mengatakan ini..


dalam konteks apakah bung sungging melontarkan ucapan ini?

hmmmm, dalam konteks prinsip saya mengenai pernikahan.
memang sejak sma, saaya memutuskan untuk tidak menikah.
dan mayoritas teman sma saya, yang kebetulan perempuan juga, tidak pernah menanyakan alasan saya memilih jalan tersebut.


Bahkan ada teman saya, sekarang berkuliah di malaysia, pun memilih jalan yang sama dengan saya, yaitu untuk tidak menikah.
masa sma, tinggalah masa sma.


di masa kuliah, saya bertemu orang-orang baru dengan berbagai pandangan. dan juga kebetulan di masa kuliah teman saya, mayoritas adalah lelaki.

Dan tampaknya, teman2 lelaki saya inilah yang begitu penasaran dengan alasan dibalik keputusan hidup saya…

Mereka jelas tidak satu pendapat dengan saya.
mungkin bagi mereka, pilihan saya ini out of mind..
Bahkan, salah satu dari teman saya, mengatakan bahwa hidupnya akan terasa lengkap ketika ada seorang anak yang memanggilnya ayah..


menarik!

perbedaan memang selalu menarik adanya.
tapi tetap, rasanya diri saya masih enggan untuk memasukkan diri ke dalam dunia pernikahan.


bukannya saya takut akan komitmen.

tapi saya merasa kasihan dengan manusia yang menjadi suami saya nantinya.
saya merupakan manusia yang mencintai kebebasan, suka melanglangbuana, ingin melihat dunia seluas luasnya…


kemapanan, rutinitas, adalah hal yang bisa membunuh saya perlahan.

Saya tidak akan mungkin bisa jadi pasangan yang setia, menjaga anak2, mengurus rumah, menjadi perempuan yang keibuan, pokoknya tipikal istri pada umumnya…

Saya mungkin akan banyak berselingkuh..

Bukan berselingkuh dengan lelaki lain, tapi berselingkuh dengan dunia, berselingkuh dengan pikiran saya..
Kemungkinan saya akan asyik dalam dunia saya sendiri…


Mana ada lelaki yang menerima istri macam itu..

Lelaki yang memiliki istri macam saya, mungkin akan banyak menderita…
Jadi, daripada saya membuat orang lain menderita, lebih baik tidak usah menikah sama sekali…
Tidak akan ada yang menderita karena saya..


Jadi begitulah, kira2 relasi antara saya dan pernikahan..

Tapi toh, kalau akhirnya saya menemukan lelaki yang mau menderita akibat saya, yah bisa saja akhirnya saya menikah…

Cuma, untuk sekarang, tampaknya saya masih akan berada pada pilihan saya sekarang, yaitu untuk tidak menikah…

adios.


posted by gadis djoedjoer @ 3:37 AM |

ABOUT GADIS DJOEDJOER
saya

gadis 18 tahun.kriting.setengah alien.terobsesi pada kopi.percaya dimensi waktu.punya dunia sendiri lewat lamunan.
mengais ilmu di yogya

Profile Blogger

Blog ini sudah dikunjungi kali

ARCHIVES
LINKS
SHOUTBOX

CREDITS
Layout by : PEPUPI
Shoutbox by : Shoutmix
Webcounter by : Fast Web Counter