<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13136521?origin\x3dhttp://gadisdjoedjoer.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> Gadis Djoedjoer
Wednesday, June 14, 2006
jangan takut salah !
( tulisan ini gw bikin udah lama banget. dan gara2 ada UAN sialan itu, gw harus nunda untuk posting tulisan ini. tapi menurut gw temanya masi relevan kok ampe sekarang! so, enjoy!)

judul diatas memberi kesan kalo gw adalah orang yang gak takut salah.
padahal sih sering perasaan takut salah, gw alami.


kenapa kali ini gw muncul dengan ide tentang ketakutan akan kesalahan?

Well, hari senin, 8 mei 2006, gw baca kompas, di bagian humanioranya.
Sebenernya sih artikel itu membahas betapa gak pentingnya Ujian Akhir Nasional bwat anak kelas 3 SMP dan SMA.
Tapi ada sebuah ide yang tertangkap oleh otak gw, karena saking menariknya.

Ide tentang pendidikan Indonesia yang terlalu menghamba pada sains.
Tentang pendidikan Indonesia yang menghambat kreativitas anak, karena semua anak dituntut dengan sebuah standar baku, sehingga keunikan individual tidak dihormati.

Menurut gw, semua itu ada benernya!

Gw disini berbicara sebagai anak yang pas kelas 1 SMA pernah terancam hampir gak naik kelas, karena nilai matematika, fisika, kimia, gw gak ada yang item.
Guru atau sekolah gw gak ngeliat nilai bahasa inggris atau indonesia gw yang bagus. Keunikan gw sebagai anak yang punya kemampuan di bahasa, gak dianggep di sekolah gw.
Yang penting adalah nilai gw semua item. Perbudakan nilai? mungkin.

Tapi menurut gw pematian kreativitas udah ada sejak kita masih bayi.
Kita dididik, mengenai salah dan benar. Adakalanya pendidikan salah benar, emang penting. Tapi kalo itu kelewat batas, efeknya kreativitas kita yang terpasung.

Contohnya gw dapet dari buku Jostein Gaarder, Dunia Sophie.
Ketika kita bayi, kita adalah makhluk yang sedang belajar mengenai lingkungan. Suatu saat ketika kita, sebagai bayi, diajak berjalan-jalan oleh orang tua.
Lalu di tengah perjalanan, kita melihat seekor anjing.
Karena kita tidak tahu apa nama makhluk itu, ketika kita mendengar suara anjing, kita berkesimpulan bahwa makhluk tersebut adalah guk-guk. Lalu kita menunjuk anjing sambil berteriak “ Guk.. Gukk..”.

Apa reaksi orang tua?

Mayoritas mungkin akan berkata “ Oh, itu anjing namanya!” Mereka memaksakan ideologi mereka, bahwa makhluk itu disebut anjing, bukan guk-guk. Kreativitas kita untuk menemukan nama bagi makhluk itu dibungkam oleh orang tua.
Mengapa orang tua bisa seperti itu?
Ya mungkin karena hal itulah yang mereka temui pada saat mereka kecil. Dan orang tua dari orang tua mereka pun mengalami, dan masi panjang lagi. Kalo diurut gak ada gunanya, karena sama dengan mencari jawaban atas masalah ayam dan telor.

Namun pematian kreativitas tidak berhenti pada saat bayi. Proses ini berulang disaat kita sekolah.

Di kelas, murid gak dirangsang bwat mempertanyakan sebuah masalah. Kenapa? Karena gurunya sibuk mengejar kurikulum yang ditetapkan, sibuk memikirkan gaji yang tidak cukup. Akibatnya murid cuman dicekokin bahan doang. Dan kalo di ulangan jawaban murid gak sesuai sama ajaran guru. Jawaban itu akan disalahkan. Akhirnya murid jadi takut bwat mikir lain karena takut salah.

Takut salah, takut dapet nilai jelek.
Takut salah, gak percaya diri, akhirnya nyontek.
Nyontek merupakan salah satu cabang dari pohon masalah “matinya kretivitas”.

Ya sudah lengkaplah proses pembunuhan kreativitas!
Ini juga yang menyebabkan kenapa banyak orang sukses merupakan orang yang drop out dari universitas, sma, smp, sd, atau bahkan yang gak sekolah sama sekali! Karena mereka gak takut salah.

Mereka gak dapet doktrin untuk “takut pada kesalahan” dari sekolah, secara intens. Mereka berani mencoba hal baru. Dan mereka pun sukses.

Menurut artikel itu, dan menurut gw ini juga bener, bahwa anak jalanan adalah harta yang terlupakan. karena minimnya doktrinisasi yang mereka dapatkan, mereka akan lebih berani untuk salah. Apalagi ditambah, menurut gw, pengalaman hidup yang menempa mental mereka. Itu akan membuat mereka semakin “kaya”! Sayangnya belum ada kesempatan yang terbuka bagi mereka.

Pemikiran ini, membuat gw bertekad untuk menghapus rasa takut akan kesalahan dalam diri gw.

Kalo elo?

adieu.


posted by gadis djoedjoer @ 4:10 AM | 4 comments

ABOUT GADIS DJOEDJOER
saya

gadis 18 tahun.kriting.setengah alien.terobsesi pada kopi.percaya dimensi waktu.punya dunia sendiri lewat lamunan.
mengais ilmu di yogya

Profile Blogger

Blog ini sudah dikunjungi kali

ARCHIVES
LINKS
SHOUTBOX

CREDITS
Layout by : PEPUPI
Shoutbox by : Shoutmix
Webcounter by : Fast Web Counter