<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13136521?origin\x3dhttp://gadisdjoedjoer.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> Gadis Djoedjoer
Saturday, January 20, 2007
manusia kompleks
Manusia itu benar-benar kompleks ya?
Manusia punya banyak kebutuhan. Mulai dari kebutuhan dasar seperti makan, minum, tidur, tempat tinggal, hingga kebutuhan lain-lainnya, seperti pengakuan sosial, kebutuhan ekonomi, kebutuhan material, dan lain lain lain.

Manusia punya banyak ekspresi. Seperti sedih, gembira, kecewa, marah. Tapi saking kompleksnya, gak semua ekspresi itu mencerminkan apa yang ada hatinya. Muka bisa senyum tapi hati menjerit-jerit kesakitan.(dangdut bgt euy!)

Manusia bisa menjadi kejam di suatu waktu, tapi baik bgt di waktu lain.
Kayak Hitler yang membunuh jutaan orang yahudi, tapi sangat mencintai pasangannya. Padahal cinta gak mengenal kekerasan!

Kayak cerita tentang seorang perempuan Jerman yang kaget ketika tahu bahwa kakeknya adalah seorang tentara nazi yang membunuh jutaan orang yahudi. Padahal dia mengingat kakeknya sebagai orang yang sangat perhatian dan penuh cinta pada cucu-cucunya.
Perempuan itu gak habis pikir bagaimana mungkin kakeknya bisa bercanda dengan cucu2nya yang rata2 berumur 5-8 tahun, padahal ketika kakeknya bekerja, dia juga membunuh ratusan anak2 yahudi yang berumur sama dengan cucu2nya.

Kayak Soeharto yang udah membunuh hampir jutaan orang selama rezimnya berkuasa. Tapi ketika dia koma, baru-baru ini, dia mengigau mengenai sapi2 nya di tapos. Ternyata Soeharto sangat mencintai sapi2 nya di tapos. Sapi2 nya itu membuat dia mengenang masa kecilnya sebagai anak petani.
Membunuh orang tapi mencintai sapi?

Hmmmmmm.

Manusia emang benar2 kompleks. Dan manusia pun sadar bahwa dirinya adalah makhluk kompleks. Tapi mungkin saking kompleksnya kadang-kadang manusia melupakan harkatnya sebagai makhluk kompleks dan mulai menggunakan pemikiran-pemikiran sederhana dalam menilai manusia lain, yang padahal sama kompleksnya.

Gampangnya, manusia, seperti saya dan anda, kadang (atau malah sering?) menilai manusia lain melalui sebuah sisi. Padahal manusia sebagai makhluk kompleks, punya banyak sisi.

Misalnya, saya pernah berkenalan dengan seorang perempuan yang sangat memperhatikan penampilannya. Sebut namanya, Anu. Si Anu ini pernah sangat ribut mengenai bagaimana dia harus memotong poninya, Anu takut poninya akan menjadi aneh. Padahal saya yang memiliki poni abnormal tidak rata guntingannya ini, tidak pernah seribut itu.
Saya mulai menilai Anu dari sisi itu. Saya membuat penilaian bahwa Anu pasti memiliki selera yang manis-manis. Anu pasti suka nonton film romantis picisan. Anu pasti suka sekali kalo dihadiahi bunga (yg menurut saya adalah hadiah standar yang juga berupaya merusak lingkungan). Dan prasangka-prasangka lain mulai bermunculan.
Tapi suatu hari saya kaget setengah hidup (saya mulai bosan dengan frasa “setengah mati”), saat saya tahu dari mulut Anu sendiri bahwa Anu sangat amat suka sekali dengan Slank. Ngeeekkkkk?????!!!!??

Slank? Anu menceritakan bagaimana senangnya dia nonton Slank, bagaimana dia kesal karena sulit mencari cewek yang juga suka Slank di komunitas kami. Bahkan Anu bercerita bagaimana dia bela2in nonton Slank. Dia harus membeli pulsa ke sebuah warung untuk bertanya pada tempatnya dimana Slank konser. Ternyata, walau setelah diberi tahu oleh temannya, dia masih belum mudeng (bhs indonesia nya ngerti) dimana tempatnya. Jadi dia bertanya pada penjaga konter pulsa mengenai tempatnya, akhirnya si anu pergi ke konser slank diantar oleh si penjaga konter.

Saya salut pada Anu.

Bukan karena dia bisa ke konser slank dengan diantar oleh penjaga konter pulsa, tapi karena dia berhasil memberi saya pelajaran tentang bagaimana menilai orang.

jangan menilai manusia dari luarnya. manusia terlalu kompleks untuk dinilai dari satu sisi.
Itu pelajaran dari anu.

Kompleks kompleks kompleks. kadang saking kompleks nya menjadi manusia, dan saya capek dengan kekompleksan ini, saya jadi punya cita-cita untuk jadi angin saja. bebas dan bisa pergi kemana aja.
pokonya ntar kalo saya mati, dan ketika itu saya sudah berhasil menjadi manusia baik, saya akan minta untuk bereinkarnasi jadi angin.

yah begitulah.
adios!


posted by gadis djoedjoer @ 4:59 AM |

ABOUT GADIS DJOEDJOER
saya

gadis 18 tahun.kriting.setengah alien.terobsesi pada kopi.percaya dimensi waktu.punya dunia sendiri lewat lamunan.
mengais ilmu di yogya

Profile Blogger

Blog ini sudah dikunjungi kali

ARCHIVES
LINKS
SHOUTBOX

CREDITS
Layout by : PEPUPI
Shoutbox by : Shoutmix
Webcounter by : Fast Web Counter