<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13136521?origin\x3dhttp://gadisdjoedjoer.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> Gadis Djoedjoer
Thursday, March 16, 2006
mati dengan kebanggaan.
istilah asingnya sih, died gracefully..
mungkin.
maklumlah, bahasa inggris gw gak kejamin2 amat.
well, kenapa gw bisa nulis kayak gini?
soalnya...
yahh, salah seorang temen gw mencoba bunuh diri.
dan entah kenapa gw ngerasa dia lumayan tolol..
loe pasti berpikir, gw adalah orang tanpa hati, berperilaku kejam,
dan tak peduli pada kesusahan teman.
mungkin itu gw..
tapi gw merasa temen gw ini pikirannya belum nyampe,
ke taraf biasa..
maksud gw, biasa disini adalah..
dya belum bisa nerima masalah hidupnya dengan biasa.
semua orang punya masalah, gak cuma dya doang.
anyway, maksud gw nulis sebenarnya bukan ngomongin dia.
tapi tindakan dia membuat gw berpikir.
kenapa harus coba bunuh diri?
kenapa gak memilih mati dengan kebanggaan?
gw berpikir bahwa kita punya 3 jenis pilihan kematian.
1. mati disaat loe masih nothing.
ini yang dicoba dilakukan ama temen gw. dia belum jadi siapa2, dan dia mau mati.
orang2 yang memilih ini bakal diinget sebagai orang biasa yang bunuh diri. paling sekali
dua kali masuk tv, di acara kriminal. tapi apa buku sejarah bakal nyatet loe.
well, gak! sejarah gak mau nyatet orang2 biasa. apalagi orang biasa yang nyoba bunuh diri.
2. mati disaat loe ada dipuncak kejayaan
ini sebenarnya cara untuk mempertahankan kejayaan di mata sejarah. karena loe mati
dipuncak kejayaan, loe gak bakal pernah ngerasain kejatuhan, dan di mata sejarah loe
gak pernah jatoh. well, kedengarannya asik! tapi menurut gw ada yang lebih asik, yaitu sejarah nyatet kejayaan loe, kejatohan loe, tapi juga kebangkitan loe kembali.
itu yang bikin loe jadi legend...
3. mati dengan alami di masa loe tetap berkarya..
ini yang paling asyik. loe tetap berkarya. sejarah mencatat kejayaan, kejatohan dan
kebangkitan loe. setelah loe bangkit loe tetap berkarya dengan oke nya sampai akhir hayat
loe. sejarah bakal nyatet loe sebagai true legend.
well, gw sendiri sih milih mati dengan cara ke3.
gw mau dicatet ama sejarah.
kalo loe sendiri pilih yang mana?
adieu.


posted by gadis djoedjoer @ 7:02 AM |

ABOUT GADIS DJOEDJOER
saya

gadis 18 tahun.kriting.setengah alien.terobsesi pada kopi.percaya dimensi waktu.punya dunia sendiri lewat lamunan.
mengais ilmu di yogya

Profile Blogger

Blog ini sudah dikunjungi kali

ARCHIVES
LINKS
SHOUTBOX

CREDITS
Layout by : PEPUPI
Shoutbox by : Shoutmix
Webcounter by : Fast Web Counter