<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/13136521?origin\x3dhttp://gadisdjoedjoer.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> Gadis Djoedjoer
Monday, October 10, 2005
sebuah cerita tentang Drama King Wannabe...
Di tengah pagi hari, disaat orang macam gw masih berada di mood netral..
Seseorang mengganggu mood gw itu..

Dialah, Sang Drama King Wannabe..

Kenapa Drama King ?
Karena dia adalah Drama Queen, sebutan untuk orang yang suka melebih-lebihkan sesuatu, tapi dalam versi cowok.

Kenapa pake embel2 Wannabe?
Karena gw gak tau, apa dya bener seorang Drama King atau lagi dalam proses menuju tahap menjadi Drama King..

Kisahnya bermula dari sebuah pelatihan gender di kelas gw. Bagi gw masalah gender selalu menarik, namun tidak bagi orang satu ini. Kelas mulai terlibat dalam diskusi tentang masalah gender hingga akhirnya tiba waktu istirahat.
Karena materi belum selesai, fasilitator mengambil waktu istirahat hingga 5-7 menit dari 15 menit waktu istirahat. Beberapa anak yang ingin segera istirahat mendesak fasilitator untuk menstop pembicaraan. Fasilitator setuju, dan saat itu juga beberapa anak langsung keluar dari kelas dengan tertib.
Namun tiba-tiba, terdengar punya pukulan yang keras diluar. Setelah diselidik ternyata si Drama King Wannabe inilah yang memukul papan penunjuk kelas.
Gw ngerasa tindakan dia sangat tidak dewasa dan tidak respect ke fasilitator yang masih di kelas.
Sehingga begitu gw ktemu niy Drama King Wannabe, langsung gw tanyain, alasan tindakan dya itu. Ini kutipan pembicaraan gw dan dya...

Gw : Ngapain si loe mukul2 kaya gitu..
Drama King : Lagian tu orang ( yg dimaksud adalah fasilitator pelatihan. red) gak punya otak sih!! Ngambil waktu istirahat seenaknya..
Gw : Tapi itu gak sopan S**** !!!
Drama King : Biarin .. ( langsung pergi )
Gw : Tapi loe punya mulut kan ?!!!!!!!!!

Kalimat terakhir gw ini, setelah gw pikir2, agak aneh juga.. Ngapain gw pake nanya ke dia, tentang mulut...
Ah, ya sudahlah..
Balik lagi, gila ya tu anak! Cuman masalah waktu istirahat aja, pake mukul2 papan..
Istirahat diambil, dya juga gak mati kan..
Pake ngatain orang gak punya otak..
Tindakan dya sangat2 tidak menghormati fasilitatornya..
Dan bagi gw, orang yang tidak menghormati orang lain, berarti dya sendiri tidak mau dihormati juga..
Gw selalu percaya bahwa..
“gw harus memperlakukan orang lain seperti gw ingin diperlakukan oleh orang lain.”

Dan Drama King Wannabe ini adalah contoh orang yang sangat kontra dengan gw..
Yah.. Sudahlah, Niy Drama King Wannabe udah kehilangan respect gw..
Selamat S***A (nama si drama king, bukan kata kotor. red), Anda sudah kehilangan respect saya...
Congrats!


posted by gadis djoedjoer @ 4:40 AM |

ABOUT GADIS DJOEDJOER
saya

gadis 18 tahun.kriting.setengah alien.terobsesi pada kopi.percaya dimensi waktu.punya dunia sendiri lewat lamunan.
mengais ilmu di yogya

Profile Blogger

Blog ini sudah dikunjungi kali

ARCHIVES
LINKS
SHOUTBOX

CREDITS
Layout by : PEPUPI
Shoutbox by : Shoutmix
Webcounter by : Fast Web Counter